Mengembangkan Kemampuan Empati.

anda sering kurang bisa memahami orang lain?? atau terlalu cuex,atau masa bodohh dengan orang lain,? tidaklah enak jika kita kurang mendapat perhatian atau kurang dipahami orang lain,maka kita harus mulai memahami orang lain terlebih dahulu,berikut treatment dan cara2nya. semoga bermanfaat…

Keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi diri dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain disebut sebagai empati. Maka, seseorang dapat dikatakan bisa berempati atau mempunyai empati apabila seseorang mampu memahami perasaan dan pikiran orang lain.

Kemampuan berempati ini termasuk dalam kecerdasan emosional yang sangat erat kaitannya dalam upaya mengembangkan kecerdasam sosial. Sebab, termasuk dalam kemampuan berempati adalah sejauh mana seseorang mempunyai keterampilan untuk bisa mendengarkan dan memahami maksud dari pikiran yang disampaikan oleh orang lain. Kemampuan ini juga sangat erat kaitannya dengan sejauh mana seseorang bisa berempati dengan pandangan dan gagasan orang lain.

Apabila hubungan seseorang dengan orang lain dibangun dengan sebuah empati maka akan terjalin sebuah hubungan yang hangat, kompak, mudah menyatukan visi dan misi, tidak terlalu sulit mengembangkan gagasan dan langkah-langkah untuk mencapai sebuah tujuan. Bahkan, dapat dikatakan bahwa empati adalah fondasi dari semua interaksi hubungan antar-manusia. Sebab, sebuah hubungan akan sulit terbangun dengan baik tanpa adanya empati ini.

Menurut Robert A Baron dalam bukunya yang berjudul Social Psychology, empati adalah kemampuan seseorang untuk bereaksi terhadap emosi negatif atau positif orang lain seolah-olah emosi itu dialami sendiri. Di sinilah letak perbedaan antara empati dengan simpati. Jika simpati bermakna bisa mengerti dan peduli dengan pikiran dan perasaan orang lain, namun empati lebih dalam lagi, yakni bisa merasakan dan memahami benar atas pikiran dan perasaan orang lain. Lebih mudahnya begini, “Saya mengerti perasaan Anda” inilah kata-kata yang dihasilkan oleh sebuah rasa yang bernama simpati. Namun, “Saya merasakan yang Anda rasakan” inilah kata-kata yang dihasilkan oleh sebuah rasa yang bernama empati.

Kemampuan dalam mengembangkan empati ini dapat kita latihkan kepada anak. Pertama-tama kita mesti sabar untuk terus melatih anak kita agar bisa dan terbiasa untuk mendengarkan dengan baik ketika orang lain bercerita atau menyampaikan pikiran dan suara hatinya. Mendengarkan dengan baik ini penting agar seseorang bisa memahami yang pada akhirnya turut bisa juga merasakan. Untuk bisa mendengarkan dengan baik ini memang membutuhkan kesabaran. Sebab, kecenderungan orang pada umumnya adalah bercerita atau ingin didengarkan daripada mendengarkan. Sebagaimana kecenderungan orang pada umumnya adalah ingin dimengerti dan dipahami daripada mau mengerti dan memahami orang lain.

Kemampuan untuk bisa menjadi pendengar yang baik ini bisa kita stimulasikan ketika anak-anak kita kedatangan temannya ke rumah. Kita bisa bertanya-tanya tentang keluarganya, hal yang menjadi kesukaannya, cita-citanya, dan sebagainya kepada teman dari anak kita tersebut di hadapan anak kita. Supaya stimulasi untuk menjadi pendengar yang baik ini tetap berjalan dengan menyenangkan, kita juga memberikan selingan bertanya kepada anak kita mengenai pendapatnya dan kita pun memberikan contoh untuk menjadi pendengar yang baik. Di samping memberikan contoh menjadi pendengar yang baik, kita juga perlu memberikan kesadaran tentang pentingnya menjadi pendengar yang baik ketika orang lain bercerita atau menyampaikan gagasan dan perasaannya.

Selain kita melatih anak kita untuk bisa mendengarkan dengan baik, kita juga bisa mengajak anak-anak kita untuk berkunjung ke tempat-tempat yang bisa menyentuh hati. Misalnya, sesekali kita mengajak anak kita untuk berkunjung ke panti asuhan yatim piatu. Di panti tersebut, kita tidak sekadar datang, memberikan sumbangan, lantas berpamitan. Namun, kita mengajak anak-anak kita untuk duduk dan bercerita bersama anak-anak yatim dan pengelolanya. Atau, kita juga bisa berkunjung ke panti asuhan jompo. Biasanya, orang-orang yang berusia lanjut di panti jompo lebih suka untuk menceritakan kenangan-kenangan indah mereka di masa lalu. Cobalah kita bersama anak-anak kita untuk bisa menjadi pendengar yang baik, sehingga bisa memunculkan empati sebagai aspek penting dalam kecerdasan sosial.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s