Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja (Penyebab dan Dampaknya)

Pengen di bilang Gaul? Atau cuman Cari sensasi aja? dan ga memperhatikan nanti dampak yang muncul? nihh akibat dari pergaulan bebas .. Semoga Bermanfaat.

Kalau kita membicarakan dan membahas tentang pergaulan bebas,sudah pasti kita akan berhubungan dengan anak remaja karena banyak korbannya adalah dari kalangan remaja.Masa remaja bagi semua orang dan juga menurut saya adalah masa yang paling indah atau berseri.Di masa itu juga proses pencarian jati diri seseorang berlangsung.Dan pada proses itulah banyak para remaja yang terjebak ke dalam pergaulan bebas tersebut karena tidak mengetahui dampak buruk bagi dirinya sendiri.Pergaulan bebas di kalangan remaja saat ini telah mencapai titik kekhawatiran yang sangat tinggi atau cukup parah,terutama seks bebas dan penggunaan obat-obatan terlarang.

          Oleh karena itu tidak aneh jika jumlah penderita HIV/AIDS dan wanita terutama dari kalangan remaja/anak sekolah yang hamil di luar nikah.Hal ini di karenakan sekarang mereka sangat begitu  mudah memasuki tempat-tempat khusus orang-orang dewasa.Bahkan sekarang pelakunya bukan saja mahasiswa dan anak SMA saja,namun sudah merambat sampai ke anak SMP.

Dan pada saat ini banyak sekali orang-orang yang melakukan perbuatan keji dan tidak berkeprimanusiaan untuk menutupi aib nya,yaitu dengan melakukan aborsi.Padahal mereka tahu akibat aborsi sangat berbahaya bagi kesehatan tubuhnya sendiri dan keselamatannya secara fisik.Bahkan bukan hanya pada kesehatan dirinya sendiri, tetapi juga sangat berdampak hebat bagi keadaan mental seseorang yang melakukan aborsi tersebut.Namun demi menutupi aib yang ia timbulkan sendiri,ia rela mempertaruhkan nyawanya sendiri. Oleh karena itu jika tidak secepatnya di  atasi,akibat pergaulan bebas ini akan sangat membawa dampak negatif dan efek yang buruk bagi perkembangan zaman.

Awal mula seorang remaja terjerumus ke dalam pergaulan bebas adalah salah bergaul dan mudah terpengaruh oleh temannya yang tidak benar.Kebanyakan remaja ini ingin di puji dan di katakan gaul oleh teman-temannya tanpa memikirkan dampak dan akibat yang berkelanjutan.Maksud dari salah bergaul adalah bukan berarti kita harus memilih milih dalam bergaul, kita boleh saja bergaul dengan siapa pun asalkan kita jangan mudah terpengaruh dan tetap berpegang teguh kepada norma-norma agama dan norma hukum yang berlaku,karena gaul tidak harus melakukan seks bebas,tidak harus menggunakan obat-obatan terlarang,dan semua hal yang melanggar hukum.Oleh karena itu kita sebagai remaja harus membiasakan berfikir panjang ke depan sebelum melakukan sesuatu hal,apalagi yang belum kita ketahui dampak baik dan buruknya bagi diri kita,keluarga dan orang lain.

Di bawah ini saya memiliki opini beberapa faktor utama yang menjadi penyebab dan awal mula seorang remaja terjerumus ke dalam pergaulan bebas,yaitu :

  • Faktor agama dan faktor iman, faktor ini adalah hal yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Apabila kurang pengetahuan akan agama dan kurangnya iman yang tertanam di dalam diri kita,maka akan sangat mudah setan-setan yang ada di dalam diri atau fikiran kita mendorong untuk melakukan hal-hal negatif yang sangat bertentangan dengan agama dan hukum yang berlaku.Namun jika memiliki pengetahuan akan agama dan iman yang kuat, insya allah kita tidak akan mudah terpegaruh dan terjerumus ke dalam hal-hal negatfi tersebut.Karena otomatis kita akan langsung memikirkan dampak apa yang akan terjadi ke depannya atau di kemudian hari.
  • Faktor lingkungan seperti orang tua, teman dan tetangga, ya di dalam faktor ini tidak sedikit anak remaja yang terjerumus kedalam pergaulan bebas di karenakan ada masalah di dalam keluarganya atau yang sering mereka sebut dengan broken home.Dan yang menjadi penyebab yang sering terjadi juga adalah karena terjerumus atau terpengaruh oleh temannya demi mendapatkan pujian atau ingin di bilang “gaul”.
  • Faktor pengetahuan yang minim ditambah rasa ingin tahu yang tinggi, kurangnya pengetahuan akan dampak dan akibat akan hal yang kita lakukan dapat memudahkan kita terjerumus ke dalam hal hal yang negatif. Pada umumnya kita sebagai seorang remaja memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi, apabila menemukan atau melihat suatu hal yang baru maka otomatis kita akan ingin merasakannya atau mencobanya.
  • Faktor perubahan zaman, faktor ini juga adalah hal yang cukup kuat menjadi penyebab pergaulan bebas di kalangan remaja. Karena di zaman sekarang banyak media yang mudah di akses oleh semua umur yang menyediakan tayangan tanyangan yang seharusnya hanya di tayangkan khusus orang dewasa.Namun karena rasa ingin tahu yang sangat tinggi yang mendorong para remaja menggunakan atau melihat media untuk orang dewasa tersebut.Setelah melihat,otomatis rasa ingin tahu itu pun akan terus berkembang seperti ingin mengetahui rasa dan ingin mencoba hal yang baru dia lihat.Oleh karena itu pengawasan orang tua adalah hal yang sangat penting dalam faktor ini.

Namun semuanya kembali ke diri kita sendiri, mau menjadi orang yang seperti apa kita ? Jauhilah pergaulan bebas dan hal hal negatif yang berdampak sangat merugikan bagi diri  kita sendiri. Kita harus dapat menempatkan diri sebagai remaja yang baik dan benar sesuai dengan tuntunan agama dan norma hukum yang berlaku agar terhidar dari hal-hal tersebut.Ingat lah kita sebagai remaja adalah calon penerus bangsa di masa depan, oleh karena itu jika kita melakukan hal-hal yang negatif tersebut mau jadi apa negara kita nanti ! Maka mulai sekarang cobalah untuk mendekatkan diri kepada Tukan YME untuk mempertebal keimanan kita, karena iman adalah dasar yang paling utama di dalam diri kita sendiri.

BANTUL(KR) – Anak-anak di Bantul berharap Pemkab Bantul bertindak tegas untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di lingkungan sekitar, misalnya tentang minuman keras, rokok serta VCD porno. Sebab disinyalir ketiga hal itu kini mulai masuk di kalangan pelajar. Jika tidak segera dilakukan aksi nyata untuk memeranginya mereka khawatir kualitas generasi muda masa depan bangsa ini akan terpuruk. Selain itu, ketahanan keluarga perlu ditingkatkan agar anak memiliki bekal yang kuat.

Demikian salah satu hal yang disampaikan oleh perwakilan anak-anak dari 3 kecamatan yakni Pajangan, Pandak dan Bambanglipuro dalam Pertemuan Akbar Anak Bantul, Minggu (10/6) di Gedung Pertemuan Bank Pasar Bantul. Pertemuan yang difasilitasi oleh Unicef, CCF Indonesia dan Yayasan Teratai Putih DIY ini diikuti sekitar 50 anak. Hadir pula, Kabag Sosial Pemkab Bantul Drs H Mahmudi MSi, Kapolsek Bantul Totok, Ketua Yayasan Teratai Putih DIY, Ir Hj Asyantini MM serta Wakil Ketua TP PKK DIY, Hj Tri Harjun.

Bono Sumarjiono dari Perwakilan Anak Bantul mengungkapkan penyebaran VCD dan film porno dengan HP kini mulai menyebar di kalangan pelajar. Karena itu, ia berharap agar pemerintah dan pihak sekolah sering melakukan razia bagi siswa yang memiliki HP dengan fasilitas kamera maupun video streaming. “Memang tidak semua terkena dampak negatif ini namun jika dibiarkan akan merusak moran dan masa depan pelajar,” ungkapnya.

Senada juga diungkapkan Eri bahwa bahaya penggunaan rokok dan miras harus terus disosialisasikan pada siswa agar tidak banyak yang terpengaruh. Saat ini banyak siswa SMP maupun SMA yang secara sembunyi-sembuyi merokok. Selain itu, masih ada guru yang tidak memberi contoh perilaku pada siswa, seperti anak-anak dibiarkan mengerjakan soal sementara gurunya hanya duduk-duduk sembari merokok di luar.

Nova, salah satu anak juga mengungkapkan mahalnya biaya pendidikan serta beasiswa Bantuan Khusus Murid (BKM) ada yang tidak tepat sasaran. Namun ia sedikit berlega setelah mendapatkan jawaban dari Bupati Bantul yang diwakili oleh Kabag Sosial, Mahmudi, bahwa mulai Juli nanti biaya pendidikan untuk SD akan gratis. Di Bantul, juga telah dicanangkan Wajar 12 Tahun sehingga tidak akan ada lagi siswa usia SMA yang tidak sekolah.

“Bila tidak mampu Pemkab akan membiayai. Itu merupakan perwujudan dari visi pembangunan bidang pendidikan,” tegasnya.

Lebih lanjut diungkapkan bahwa Bantul telah memiliki Forum Penanganan Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (FPK2PA) yang akan memberi perlindungan dan mencari solusi atas kasus kekerasan terhadap perempuan dana anak.

Sementara Ir Hj Asyantini MM menjelaskan Yayasan Teratai Putih DIY melakukan pendampingan pada anak-anak di 16 dusun di 3 kecamatan di Bantul sejak bulan November. Tujuan pendampingan untuk meningkatkan kesadaran orangtua, anak dan masyarakat tentang perlindungan anak. Dalam programnya mereka membentuk KKPA (Kelompok Kesejahteraan dan Perlindungan Anak) tingat dusun serta klub-klub anak dari usia 0-18 tahun.

“Perlindungan anak adalah tanggung jawab semua sehingga kesadaran akan hal ini perlu ditingkatkan. Agar anak-anak tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang bisa menghancurkan masa depannya, mereka perlu tahu bahwa mereka juga punya UU Perlindungan Anak. orangtua dan masyarakat juga harus tahu. Tak kalah penting ketahanan keluarga sebagai bekal anak untuk hidup dalam lingkungan sosialnya perlu diperkuat,” tambahnya. (R-3)-n

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s